Menuju Desa Wisata Bahari, Kamama Mekar Jadi Desa Pertama Kembangkan Bambu Laut di Luar Wakatobi

Penyerahan bibit bambu laut dari Kepala LPTK wakatobi kepada Sekda Buteng. Foto : dokuntasi BTC. 

BUTONISLANDTRAVELLING.COM, BUTON TENGAH -  Melalui Loka Perekayasaan Teknologi Kelautan (LPTK) Wakatobi yang merupakan lembaga riset dibawah naungan Kementerian Perikanan dan Kelautan (KKP) bersama komunitas Buton Tengah Creative (BTC) mengiplementasikan Sea Bamboo berupa penanaman bibit bambu laut di Desa Kamama Mekar, Kecamatan Gu, Buton Tengah. Rabu, 31 Maret 2021.

Iplementasi Sea Bamboo di Desa Kamama Mekar ini merupakan pailot projek pertama kali dilakukan di wilayah Kepulaun Buton di Kabupaten Wakatobi. Hal itu dilakukan untuk mendorong Desa Kamama Mekar sebagai Desa Ekowisata Bahari di Kabuputen berjuluk 'negeri seribu gua' itu. 

Penanaman bambu laut itu dilakukan setelah melaweti beberapa tahap yakni pengambilan bibit, pembibitan, dan survei lokasi di tiga desa di Buteng yakni Desa Lasori di Kecamatan Mawasangka Timur, Desa Lanto dan Watorumbe di Kecamata Mawasangka Tengah, dan Desa Kamama Mekar Kecamatan Gu, dan akhirnya di putuskan dilaksanakan di Desa Kamama Mekar. 

Penyerahan bibit bambu laut oleh sekda Buteng dan Kepala LPTK wakagobi kepada tim penyelam. Foto : Dumenter LPTK wakatobi. 

Kepala LPTK Wakatobi, Akhmatul Ferlin menyebutkan dimana implentasi dari penanaman bambu laut ini sebagai upaya restorasi perairan di Buton Tengah khususnya lagi di Desa Kamama Mekar. 

"Ada banyak manfaat dari bambu laut ini, salah satunya sebagai bahan kosmetik dan obat-obat sehingga dalam beberapa dekade terakhir bambu laut ini mengalami penurunan yang siknifikan oleh karena itu juga saat ini kementerian melakukan pelarangan penuh," jelasnya

Selain menjaga keberlangsungan ekosistem perairan di Buteng, lanjut Ferlin, hal ini juga dilakukan pihaknya sebagaia upaya menciptakan Wakatobi baru di kepulaun Buton. 

"Muarahnya adalah kesejahteraan masyarakat, selain potensi perikanannya adanya implementasi ini juga dapat mendorong objek wisata baru, yakni Ekowisata Bahari, dan muda2han Desa Kamama Mekar ini bisa kita dorong kesana bersama-sama," urainya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Kamama Mekar, Ismail mengaku sangat banggga dan berterimakasih kepada LPTK Wakatobi dan Kumunitas Buton Tengah Creative (BTC) yang telah menjadikan desanya sebagai implementasi sea mamboo ini dari tiga desa yang sebumnya menjadi tujuan tim survei dari LPTK wakatobi. 

Proses penanaman bibit Bambau Laut di Dasar Laut. Foto : Amrin Lamena

Menurutnya hal ini sejalan dengan apa yang menjadi visi dan misinya untuk mengembalikan kejayaan masyarakatnya di laut. 

"Beberapa tahun terakhir ini masyarakat kami mengalami kesulitan mencari kehidupan di laut, karena kondisi perairan kami yang memburuk. Sehingga ketika Desa kami ditunjuk dan dipercayai sebagai lokasi implementasi sea bamboo ini kami merespon dengan cepat. Muda-mudahan impelementasi bamboo laut ini berhasil dan perlahan mengembalikan kondisi ideal laut kami," harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabaupaten Buton Tengah H. Kostantinus Bukide saat membuka kegiatan tersebut, dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf bapak Bupati Buteng yang tidak sempat menghadiri kegiatan karena ada satu dan lain hal. 

"Pemda sangat mengapresiasi penanaman bibit bambu laut ini. Bahkan besar harapan pak Bupati untuk bersama-sama di tempat ini namun karena ada satu lain hal sehingga beliau tidak bisa bersama-sama di tempat ini,"   ucapnya

Ia juga mengaku awalnya tidak menduga kalau acaranya akan semeriah seperti saat ini, karena awalnya kegiatan ini sempat diminta untuk diundur oleh Danrdim Kirim 1413 Buton selaku fasilitator dan penghubung kegiatan tersebut karena ada satu dan lain hal. 

"Ini kegiatan sempat untuk di undur, namun saya pikir yang mau di tanam ini mahluk hidup, punya jangka waktu, kalau terlambat bisa-bisa bukan lagi bambu laut tapinisa jadi hantu laut," celetuknya setengah bercanda. 

Sehingga ia menyampaikan untuk tetap dilakukan penanaman bibit bambu laut tersbut, karena menurutnya yang lebih penting dari sebuah kegiatan bukan acara seremonialnya akan tetapi asas manfaat dari kegiatan tersebut. 

"Tapi ternyata antusias dari masyarakat sangat luar biasa. Ini bukti kalau masyarakat Buteng khsususnya lagi Desa Kamama Mekar menginginkan daerah dan desanya lebih baik lagi," tandasnya. 

Untuk diketahui, pada kesempatan ini juga turut hadir anggota DPRD Komisi III Norman, Camat Gu, Kapolsek Gu, Danramil Kecamatan Gu, beberapa Kepala desa di Kecamatan Gu, beberapa komunitas di Buteng, serta masyarakat Desa Kamama Mekar. 


Penulis : Amrin Lamena

Posting Komentar

0 Komentar