Pulau Buton, Kepingan Surga di Kaki Sulawesi


Pulau Buton adalah salah satu pulau di Indonesia yang terletak di kaki tenggara Pulau Sulawesi. Sebuah pula yang memiliki luas sekitar 4.408 kilometer persegi, atau seukuran pulau Madura. Pulau Buton termasuk dalam wilayah teritorial Provinsi Sulawesi Tenggara yang terdiri dari beberapa daerah seperti Kabupaten Buton, Kota Baubau, Kabupaten Buton Selatan dan Kabupaten Buton Utara.

Pulau Buton juga salah satu dari banyaknya keindahan dan kekayaan alam di Indonesia dan menyimpan khasana budaya yang menakjubkan yang menjadikannya sepeti pulau dengan kepingan surga yang jarang di ketahui oleh dunia luar. Untuk memasuki Pulau ini, setiap calon pelancong (traveler) harus melalui Baubau, penerbangan selama 1 jam dari ibu kota Sulawesi Selatan, Makassar.

Apa saja keunikan yang dimiliki Pulau Buton?

1. Benteng Keraton Buton 
Benteng Keraton Buton. Sumber : like-buton

Daya tarik utama Pulau Buton adalah situs bersejarahnya, Benteng Keraton Buton yang memiliki luas 23.374 hektar, merupakan benteng terluas di dunia. Benteng Keraton Buton menerima penghargaan Museum Rekor Dunia (MURI) dan Guinness Book Of Record, yang dikeluarkan pada bulan September 2006 lalu sebagai kastil terbesar di dunia.

Dinding batu kapur, awalnya disatukan bersama mortal putih telur, berdiri di atas bukit strategis di atas Kota Baubau dan menampilkan 12 pintu masuk dan 16 meriam yang mengarah ke pantai. Dibangung pada abad ke-16 oleh Kesultanan Buton yang masi ada, dinding awalnnya berfungsi untuk melindungi istana Sultan yang berdiri di jalan di atas benteng. Benteng Istana Buton menahan musuh selama hampir empat abad dan merupakan salah satu alasan utama mengapa Kesultanan Buton masi ada hingga saat ini.

Di dalam benteng itu juga terdapat tempat religi yang diagungkan masyarakat Buton yakni Masjid Agung Keraton Buton dan beberapa situs bersejarah lainya seperti Malige, istana Kesultanan Buton dan situs-situs lainya seperti makam-makam sultan yang pernah menjabat pada Kesultanan Buton.

2. Hutan Lambusango
Hutan Lambusango. Sumber : 
Di Pulau Buton juga memiliki hutan konservasi dan cagar alam. Hutan Lambusango, paru-paru dunia di jantung Pulau Buton, letaknya strategis di tengah-tengah Pulau Buton. Nama Lambusango sendiri lebih akrab di kalangan traveler Inggris daripada wisatawan Indonesia sendiri. Lambusango adalah hutan yang alami berada di 6 Kecamatan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara dengan luas kurang lebih 65.000 hektar.

Berdasarkan status kawasan, Hutan Lambusango terdiri dari kawasan konservasi seluas 28.000 hektar yang terbagi dua, Cagar Alam Kakinauwe dan Suaka Marga Satwa Lambusango. Sedangkan sisanya hutan lindung, hutan produksi terbatas, dan hutan produksi.

Hutan Lambusango
Hutan Lambusango masih sangat alami dan memiliki banyak hewan endemik. Beberapa hewan seperti burung, kuskus, Anoa, Monyet Orchreata Brunescens dan Tarsius sebagai primata terkecil di dunia. Ada sekitar 120 spesies burung yang tercatat di hutan ini, 36 di antaranya endemik di Sulawesi.

Untuk menjelajahi hutan ini, wisatawan harus menempuh perjalanan 2 jam dari kota Baubau. Lokasi pintu masuk berada di Desa Lambusango, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Di dalam hutan, jalan disiapkan bagi wisatawan yang ingin melakukan trekking hutan.

3. Pulau Buton Sebagai Penghasil Aspal Alam


Aspal Buton. Sumber : Tribun Buton
Suda sejak lama Pulau Buton dikenal sebagai penghasil aspal alam atau yang biasa disebut sebagai Aspal Buton. Potensi ekonomi Aspal Buton mencapai ribuan triliun, dimana kandungan aspal di Pulau Buton mencapai 3,8 milyar ton.

Saat ini, di dunia hanya ada dua tempat penghasil aspal yaitu Trinidad di Kepulauan Karibia dan Indonesia di Pulau Buton.

Pada tahun 2015 oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam kala itu menghitung dengan cadangan bahan baku sebanyak 3,8 milyar ton dan yang dieksraksi mencapai 767 juta ton maka bisa memasok kebutuhan dalam negeri selama 360 tahun. Namun Aspal Buton masi butuh pengelolaan dari aspal alam menjadi aspal cair.

4. Kekayaan Budayanya Yang Beragam


Festival Budaya Tua Buton. Foto : Rustam Awat

Pulau Buton seperti miniatur Indonesia yang menjadi tempat bagi setiap orang dari latar belakang suku, budaya dan agama yang berbeda-beda. Makanya mungkin itu pula yang membuat pulai ini memiliki budaya yang beragam yang setiap saatnya kita bisa saksikan dalam bentuk pagelaran budaya dan seni serta ritual adat seperti Kaombo, Kande-Kandea, Melarung Sesaji sebagai tradisi maritim orang Buton, Posuo dan lain sebagainya.

Yang paling menonjol dari budaya masyarakat di Pulau Buton yang dapat disaksikan tiap saatnya adalah keragaman bahasanya. Berdasarkan bahasa ibu, di Pulau Buton memiliki empat bahasa daerah seperti bahasa Pancana, bahasa Cia-cia, Bahasa Tolaki dan Bahasa Wolio sekaligus sebagai bahasa pemersatu di Kesultanan Buton hingga saat ini.

Selain itu, salah satu bukti kekayaan budaya di pulau ini adalah banyaknya ornamen dan pantung. Ketika seseorang berkunjung di Pulau Buton pasti akan melihat banyaknya patung, ornamen dan bahkan lampu jalan yang dihiasi dengan gambar naga dan nanas.

Ornamen kecil buah nanas biasanya dapat ditemukan di atas lampu jalan atau atap rumah, sementara patung naga terlihat di ruang-ruang publik seperti Pantai Kamali dan ekor naga di Kantor Walikota Baubau dan sebagai ornamen arsitektur.

Patung Naga di Pantai Kamali.
Ada banyak teori tentang naga ini. Yang paling diterima adalah bahwa penguasa sejarah pertama Pulau Buton adalah seorang permaisuri Cina, atau salah  satu keturunan Cina. Inteprestasi lain mengatakan bahwa masyarakat setempat melihat naga sebagai simbol kekuatan.

Banyak cerita yang menceritakan variasi yang berbeda pada mitos, yang mungkin atau mungkin tidak menampilkan permaisuri, tetapi semua cerita tampaknya setuju bahwa naga memberikan penghormatan kepada sejarah pulau.

Tidak ada satu pun penafsiran sejati dari simbol naga ini. Banyak versi yang telah diturunkan dari generasi ke generasi, dan kebenarannya kemungkinan telah hilang sepanjang sejarah waktu.

Sementara, penghormatan kepada nanas berlimpah di seluruh Pulau Buton, meskipun nanas tidak timbuh dimana pun di pulau ini. Alasan mengapa buah itu diadopsi sebagai simbol Pulau Buton adalah karena nanas dapat tumbuh di iklim apa pun dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan apapun, dan dimana pun.

Orang-orang di Pulau Buton merasa tinggal di sebuah pulau yang menyediakan kekayaan alam begitu banyak untuk mereka, dan orang-orang Buton percaya bisa tinggal dimana saja di dunia ini seperti halnya nanas yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan dan iklim apa pun.

Alasan lain mengapa nanas sangat dihormati oleh orang-orang di Pulau ini adalah karena kulit luarnya yang keras. Paku yang menonjol dari buah melambangkan kekuatan pulau yang sulit untuk diserang. Interprestasi lain adalah bahwa buah manis melambangkan keinginan para penguasa Buton untuk memimpin rakyatnya menuju kehidupan yang manis.

Lagi-lagi, inteprestasinya sangat beragam, tetapi utas yang menghubungkan mitos-mitos ini menekankan pada kekuatan dan kemakmuran Buton.   

5. Destinasi Wisata Alam Yang Indah

Pantai Nirwana Kota Baubau. Sumber : like_buton
Pulau Buton sekalipun populer untuk cadangan aspal dan beberapa mineral lainnya. Selama bertahun-tahun, pulau ini dikenal karena sumber daya alamnya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, orang mulai menyadari bahwa pulai ini jauh lebih dari itu. Buton memiliki potensi wisata alam yang sangat besar, yang belum maksimal.

BACA JUGA : Benteng Terluas di Dunia Ada di Pulau Buton

Pulau Buton adalah surga bagi pecinta alam. Semuanya seindah yang dibayangkan. Plus, dari hutan ke pantai hingga peternakan mutiara, ada banyak pemandangan dan kegiatan yang unik membuat pengunjung terhibur. Sebagaimana daerah kepulauan di Indonesia, Pulau Buton memiliki pantai-pantai yang indah di sepanjang pantainya dan pulau-pulau tak berpenghuni disekitarnya. Yang paling populer di antaranya adalah Pantai Nirwana di Kota Baubau.

Selain pantai, di Pulau Buton juga memiliki destinasi wisata alam yang tak kalah menariknya seperti Gua Lakasa, dan beberapa air terjun dan pegunungan yang menakjubkan.

Pulau Buton hanyalah salah satu kepingan surga yang tidak banyak diketahui dari kepulauan Indonesia, tetapi Pulau Buton dengan kekayaan alam dan budayanya merupakan kepingan surga di kaki sulawesi yang menyimpan permata yang paling menarik. 
     

Posting Komentar

0 Komentar