Peran Pemandu Wisata Dalam Pengelolaan Objek Wisata Desa

Wisata Pantai Mutiara Buton Tengah. Foto : Amrin Lamena

Pemandu Wisata - Tour Guide atau pemandu wisata atau biasa disebut juga "Gaet" merupakan sebuah profesi yang langkah dan tampaknya tidak banyak profesi ini diminati orang. Pun tak banyak yang tahu profesi ini, yang mereka tahu seorang tour guide atau pemandu wisata adalah orang yang bekerja dengan wisatawan dan berpenghasilan besar. Mungkin saja asumsi itu benar atau bisa juga tidak keseluruhannya benar, tapi  kesempatan kali ini kita tidang sedang membahas penghasilan pemandu wisata (tour guide) atau "Gaet". Tapi kita akan membahas fungsi dan peran pemandu wisata dalam kesuksesan pengelolaan objek wisata di desa.

Baiklah, yang jelas seorang pemandu wisata merupakan usaha yang bergerak di bidang jasa pariwisata dan memiliki peranan dan fungsi penting dalam kesuksesan pengelolaan objek wisata di desa. Karena pemandu wisata lah yang mengenalkan objek wisata di desa yang sedang dikelola kepada wisatawan. Apa lagi biasanya wisatawan berkualitas tentu menuntut akan memperoleh manfaat yang didapat, berupa pengalaman berkualitas serta wawasan baru selama berwisata.

Olehnya, dalam pengelolaan objek wisata di desa dituntut adanya pelayanan prima yang mampu memenuhi harapan wisatawan akan memperoleh pengalaman berharga dan informasi atau edukasi terkait objek wisata di desa dan segala kebudayaan masyarakat di sekitar objek wisata yang dikunjunginya. Dalam mewujudkan pelayanan prima kepada wisatawan dengan cara menyediakan pemandu wisata  yang berkualitas.

Kegiatan wisata yang dilakukan wisatawan tentu akan terasa biasa saja tanpa adanya seorang pemandu wisata yang akan menjelaskan mengenai apa, kenapa, bagaimana fenomena suatu hal sehingga dapat menjadi tambahan ilmu bagi wisatawan. Untuk menjadai pemandu wisata yang baik dan benar ada beberapa yang perlu diperhatikan dalam memandu wisatawan yaitu :
  1. Kemampuan untuk mengungkap kebenaran melalui informasi yang dimiliki.
  2. Pemanfaatan informasi untuk menunjukan keterkaitan antar objek yang sedang diinformasikan kepada para pengunjung. Keterkaitan ini berbeda, misalnya pada anak-anak dengan pengjung dewasa, atau antara wisatawan Jepang dengan wisatawan Eropa atau domestik. Mengaitkan sesuatu yang ditafsirkan dengan keseharian kelompok pengunjung.
  3. Kemampuan untuk membujuk agar pengunjung menjadi tertarik, melalui keterampilan dan media komunikasi yang menarik perhatian. Pemandu harus memiliki pemahaman tentang ketertarikan (interest) pengunjung.
  4. Menyampaikan penafsiran secara utuh, tidak memberikan kesan bahwa kita hanya sekedar tahu tetapi juga memahami betul tentang apa yang sedang ditafsirkan.
Beberapa pedoman bagi pemandu wisata diantaranya :
  1. Ikutilah perkembangan berita terkini baik lokal maupun global, termasuk berita-berita soal isu lingkungan.
  2. Bawalah selalu peralatan pemandu wisata, seperti buku catatan lapangan, buku referensi jika ada, P3K dan lain-lain.
  3. Membantu memantau dampak-dampak terhadap lingkungan, termasuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan wisata.
  4. Tingkatkan teknik pemanduan dan pengetahuan umum anda. Sebagai contah, setiap bulan memberikan laporan resmi pada organisasinya masing-masing berkaitan dengan perkembangan subyek di lapangan.
  5. Jangan ragu-ragu untuk menengahi atau memberi tahu dengan sopan dan baik apabila terlihat pengunjung melakukan interaksi dengan objek yang bersifat merusak atau mengganggu, untuk mencegah dampak yang lebih besar.
  6. Belajarlah untuk berkata "saya tidak tahu". Hal yang lebih penting adalah bukan hanya seberapa banyak Anda tahu, tetapi seberapa baiknya anda menyampaikan informasi pada pengunjung.
  7. Jangan terlalu muluk berjanji pada pengunjung. Sebagai contoh, hari ini kita bisa melihat lumba-lumba, atau kita akan melihat penyu, atau satwa lainya di habitatnya, karena jika itu fenomena alam, akan menjadi tidak pasti.
  8. Pakailah perasaan dan berbuatlah jujur.
  9. Pemandu wisata adalah pemimpin dan model panutan. Sebagai contah, jika anda tidak membuang sampah sembarangan, kemungkinan besar pengunjung pun akan menirunya dan mencoba menghargai alam.
  10. Berilah pujian atau penghargaan dengan tulus daripada hanya berkata basa-basi.
Ada beberapa hal yang harus di interprestasikan oleh pemandi wisata di desa kepada setiap wisatawan diantaranya :
  1. Suasana lokasi yang akan dijadikan daya tarik wisata di desa bisa berupa lingkungan, kehidupan sosial, icon desa, tempat-tempat wisata di desa dan kebudayaan masyarakat desa.
  2. Fungsi dan nilai filosofi dari masing-masing objek.
  3. Menumbuhkan empati jika wisatawan mengalami kesulitan.
  4. Pertanyaan yang bersifat memancing pengunjung. Contohnya, "Bagaimana sikap kita dalam melestarikan budaya dan sebagainya"
  5. Tingkatkan penyampaian pesan kepada wisatawan atau pengunjung meliputi :
  • Tingkat pendekatan, lakukan aktivitas untuk menarik perhatian pengunjung, salah satunya adalah dengan perkenalan, diskusi, atau permainan.
  • Tingkat pengalaman, ajaklah pengunjung untuk merasakan ke lima indra perasa. Contohnya adalah mempersilahkan pengunjung untuk mengamati dan menikmati keindahan suasana pada objek wisata di desa.
  • Tingkat menemukan dan tertarik, pengunjung sadar akan sesuatu. Salah satu caranya adalah berrtanya kepada mereka.
  • Tingkat interprestasi. Seorang pemandu harus menjawab pertanyaan dengan ilmu pengetahuan dan informasi yang ada. Pemandu memberikan pengalaman yang berkesan kepada pengunjung, sehingga pengalaman itu tertanam dalam pikiran pengunjung.
  • Tingkat pengembangan. Bila setelah program pengunjung merubah pola hidupnya, maka itu berarti anda telah melakukan interprestasi dengan hebat. "Mereka memahami bahwa nilai budaya dan lingkungan harus dilindungi dan dilestarikan."
BACA JUGA : Jenis Jenis Wisata dan Contohnya di Indonesia
Dari uraian di atas dapat kita simpulkan, bahwa seorang pemandu wisata memiliki peranan yang sangat vital bagi kepuasan dan pengalaman berkunjung wisatawan, serta berkewajiban dalam mengarahkan wisatawan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan alam dan budaya di desa yang menjadi objek wisata. Sekaligus sebagai penegas bagaimana peranan dan fungsi yang dimainkan oleh pemandu wisata dalam pengembangan dan pengelolaan wisata di desa.

Somaga informasi ini dapat bermanfaat baik bagi Anda pemangku kebijakan, pelaku industri pariwisata, kelompok sadar wisata, mapun untuk anda yang berkeinginan untuk menjadi seorang pemandu wisata atau tour guide di desa anda.

Sumber : Buku Panduan Wisata Edukasi Kampung Tulip 

Posting Komentar

0 Komentar