Konsep Pariwisata Yang Wajib di Pahami Pelaku Industri Pariwisata

Konsep Pariwisata - Pariwisata adalah salah satu industri yang berpotensi untuk dikembangkan di Indonesia, berdasarkan statistik pariwisata, permintaan produk wisata di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Pariwisata merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang dinamis dalam menciptakan perubahan ekonomi, diantaranya, diversifikasi ekonomi dan masalah industrialisasi.   
Olehnya pada kesempatan ini Buton Island Travelling akan menyajikan konsep pariwisataan, baik untuk Anda mahasiswa jurusan pariwisata, pelaku indutrsi pariwisata, maupun untuk Anda pemerhati pariwisata. Dalam mewujudkan pariwisata sebagai pilar dalam proses pembangunan, sebagaimana yang dimaksud Wijayanti, (2017).

Pesona Wisata Buton Tengah. Foto : Amrin Lamena

Apa saja sih yang masuk dalam konsep pariwisata? Ini dia kami rangkumkan untuk Anda.

1. Pariwisata

Istilah pariwista berasal dari bahasa sang sekerta yang terdiri dari 2 kata yaitu "pari' berarti keliling atau bersama dan kata 'wisata' yang berarti perjalanan (I. Pitana : 2009). Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 Tentang Kepariwisataan. Menyebutkan yang dimaksud pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata yang di dukung oleh berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah.

Nah, jika dipandang dari dimensi akademis, pariwisata didefinisikan sebagai studi yang mempelajari perjalanan manusia keluar dari lingkungannya, termasuk industry yang merespon kebutuhan manusia yang melakukan perjalanan. Lebih jauh lagi pariwisata memperlajari dampak yang ditimbulkan oleh pelaku perjalanan maupun industry terhadap lingkungan sososial budaya, ekonomi, maupun lingkunagn fisik setempat (Garter dalam Utama dan Mahadewi, 2012).

Sedangkan jika dipandang dari dimensi sosial budaya definisi pariwisata adalah interaksi antar elemen lingkungan fifik, ekonomi, dan sosial budaya seperti yang kemukakan Leiper dalam Utama dan Mahadewi (2012) sebagai berikut :

"An open system of five interacting with broader environments : the huma elemen, tourists, and an economic element, the tourist industry. Hfve arranged in functional and spatial conection, interacting with phycal, technological, social, cultural, economic, an political faktor. The dhynamic element comprises person undertaking trave wich is to some extent, lisure-based and which involves a temporary stay away from home of at least one night."   

Jika melihat definisi pariwasata yang dikemukakan oleh para ahli maka akan ditemui banhyaknya perbedaan, namun jika merujuk pada I. Pitana (2009),  meskipun ada variasi batasan, namun ada beberapa komponen pokok yang secara umum disepakati dalam batasan pariwasata (khususnya pariwisata internasional), yaitu :

1. Traveler, adalah orang yang melakukan perjalanan antar dua atau lebih lokalitas.
2.  Visitor, adalah orang yang melakukan perjalanan ke daerah yang bukan merupakan tempat tinggalnya, kurang dari 12 bulan dengan tujuan perjalanan bukan untuk  mencari nafkah, pendapatan atau penghidupan di tempat tujuan.
3. Tourist, adalah bagian dari visitor yang menghabiskan waktu paling tidak satu malam (24 jam) di daerah yang dikunjungi.

Sesuai definisi tentang pariwisata yang dikemukakan parah ahli tersebut, Menurut Richarso dan Fluker dalam Pitana dan Diarta (2009) selalu mengandung beberapa unsur pokok yang harus selalu menjadi perhatian pelaku pariwisata, yaitu :

1. Adanya unsur travel (perjalanan), yaitu  pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain
2. Adanya unsur "tinggal sementara" di tempat yang bukan merupakan tempat tinggal yang biasanya, dan
3. Tujuan utama dari pergerakan manusia tersebut bukan untuk mencari penghidupan atau pekerjaan di tempat tujuan.

Sedangkan menurut ilmu sosiologi, Matheison dan Wall dalam I. G.  Pitana dan Gayatri (2005) mengarakan bahwa pariwisatan mencakup tiga elemen utama, yaitu :

1. A dynamic element, yaitu travel ke suatu destinasi wisata
2. A static element, yaitu singgah di daerah tujuan
3. A consequential element, atau akibat dari dua hal diatas khususnya pada masyarakat lokal. yaitu meliputi dampak ekonomi, sosial budaya, dan fisik dari adanya kontak dengan wisatawan.

2. Potensi Wisata

Pengertian Potensi Wisata menurut Mariotti dalam Yoeti (2002), adalah segala sesuatu yang terdapat di daerah  tujuan wisata, dan merupakan daya tarik sehingga wisatawan berminat mengunjungi tempat tersebut. Jadi yang dimaksud dengan potensi wisata adalah sesuatu yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Potensi dibagi menjadi tiga macam yaitu potensu alam, potensi budaya dan potensi manusia.

a. Potensi Alam

Potensi alam adalah keadaan dan jenis flora dan fauna suatu daerah bentang alam suatu daerah, misalnya pantai, hutan, dll, (keadaan fisik suatu daerah). Kelebihan dan keunikan  yang dimilikih oleh alam jika dikembangkan dengan memperhatikan keadaan lingkungan sekitarnya pasti akan menarik wisatawan untuk berkunjung daya tarik wisata tersebut.

b. Potensi Kebudayaan

Yang dimaksud dengan potensi kebudayaan adalah semua hasil cipta, rasa dan karsa manusia baik berupa adat istiadat, kerajinan tangan, kesenian, peninggalan bersejarah nenek moyang berupa bangunan, monumen, dan lain sebagainya.

c. Potensi Manusia

Manusia juga memiliki potensi  yang dapat digunakan sebagai daya tarik wisata, lewatan pementasan tarian/ pertunjukan dan pementasan seni budaya suatu daerah.  Potensi manusia juga dapat menjadi sumber daya yang akan diturut sertakan dalam pengelolaan pariwisata.

3, Wisatawan

Menurut Pitana dan Diarti (2009). kata wisatawan (tourist) merujuk pada  orang. Secara umum wisatawan menjadi subset atau bagian dari traveler atau visitor untuk dapat disebit wisatawan.

Sedangkan pengertian wisatawan yang lainnya diungkapkan dengan patokan yang lebih lengkap dan rinci oleh Thoebal dalam Pitana dan Diarti (2009) mengemukakan beberapa elemen yang dipakai sebagai  patokan untuk menentukan apakah seseorang dapat dikatakan sebagai wisatawan atau tidak menurut standar internasional seperti  :

a. Berdasarkan tujuan perjalanan (pourpose trip).  Wisatawan adalah orang yang melakukan selain tujuan bisinis, (leisure traveling) walaupun ada kalanya sebuah perjalanan bisinis juga dapat diikuti oleh kegiatan wisata (non-bisnis).
b. Jarak perjalanan dari tempat asal (distance traveled). Untuk tujuan statistik, ketika memperhitungkan jarak perjalanan wisata, beberapa Negara memakai jarak total ulang-alik (round trip) antara tempat tinggal dan tujuan wisata. Umumnya jarak yang dipakai bervariasi antara 0-160 Km (0-10 mil) tergantung ketentuan masing-masing Negara.
c. Lama perjalanan (duration of  trip). Umumnya definisi mengenai wisatawan mencakup perjalanan paling tidak satu malam (over ninght) di tempat yang menjadi tujuan perjalanan. Namun ada kalanya persyaratan ini dikesampingkan pada kasus perjalanan wisata yang kurang dari 24 jam tetapi nyata-nyata berdampak pada kegiatan bisnis pariwisata, seperti restoran, atraksi wisata, hotel, dan sebagainya di daerah tujuan wisata.

Berdasarkan uraikan di atas dapat disimpulkan pengertian wisatawan sebagai seorang yang melakukan perjalanan dari tempat asal ke tempat tujuan ke tempat asal tujuan wisata dengan jarak dan waktu tertentu yang menimbulkan dampak positif bagi kegiatan bisnis pariwisata.

Nah dari uraian di atas yang perlu dipahami dan diperhatikan oleh para pelaku industry pariwisata  terhadap wisatawan yaitu :

1. Klasifikasi Wisatawan
2. Motivasi Wisatawan
3. Interaksi Wisatawan dengan masyarakat lokal
4. Faktor Psikografis 

Nah itu dia yang dapat kami jelaskan terkait konsep pariwisata. Dapatkan artikel lainnya yang berhubungan dengan kepariwisataan di halaman ini.

Posting Komentar

0 Komentar