Apa Saja Keunikan Dari Wakatobi Sulawesi Tenggara?

Sail Indonesia Visits Wisata Wakatobi. Foto : Didi Lotze

BUTONISLANDTRAVELLING.COM, WAKATOBI ISLANDS - Wakatobi adalah merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Indonesia, yang berkedudukan di Wangi-Wangi sebagai ibu kota kabupaten ini. Berdasarkan Undang-Undang 29 tahun 2003, Wakatobi resmi terbentuk dan terpisah dari Kabupaten Buton sebagai daerah induknya pada tahun 2003.

Kepulauan Wakatobi terdiri dari empat pulau besar yakni, Pulau Wangi-wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia dan Binongko, sekaligus mejadi nama Wakatobi yang merupakan akronim dari nama empat pulau utama tersebut. Selain empat pulau besar ini juga terdapat pulau-pulau kecil seperti Tokobao, Lintea Utara, Lintea Selatan, Kampenaune, Hoga dan Tolandona yang menyimpan sejutah daya tarik. Apa saja keunikan dari Wakatobi Sulawesi Tenggara?


Taman Nasional Wakatobi

Sebelum mekar, Kabupaten Wakatobi juga suda dikenal sebagai kawasan taman nasional yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan luas 1,40 juta hektar yang menyangkut kenekaragaman hayati laut, skala dan kondisi karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia yang tersebar di seluruh wilaya kepulauan Wakatobi. Taman nasional wakatobi juga merupakan taman laut terbesar ketiga di Indonesia.

Seorang perwiraLetaknya di sigita karang dunia di Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepulauan Wakatobi menawarkan perairan laut yang jernih dan kehidupan biota bawah laut yang kaya akan keanekaragaman hayati yang menampung 942 spesies ikan 750 spesies terumbu karang dari 850 spesies karang dunia dibandingkan 50 di Karibia dan 300 di Laut Merah. Menjadikan Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu kunjungan wasatawan dunia sebagai tempat snorkeling dan diving.

Destinasi Wisata Wakatobi Yang Indah

Selain dikenal sebagai surganya para pencita selama, wakatobi, wakatobi juga memiliki destinasi wisata lain yang tak kalah indahnya dan akan membuat kamu terkesimah melihatnya. Mau tau destinasi wisata apa saja?

  • 1. Nirwana Bawa Laut Tomia dan Onemohute
Nirwana Bawa Laut Tomia. Sumber : (Facebook/Anas Umi)
Tidak diragukan lagi aktivitas utama bagi para pelancong ketika mengunjungi wakatobi suda pasti menyelami keindahan bawa lautnya. Hampir seluruh perairan di Pulau Tukang Besi ini bisa dijadikan tempat wisata menyelam (diving) atau snorkeling. Yang paling populer bagi wisatawan adalah perairan Onemowute di ibu kota Wakatobi Wangi-wangi dan Roma's Reef di Pulau Tomia.

Berada di kedalaman 15 meter hingga 25 meter, wisatawan bisa menyaksikan indahnya warna warni terumbu karang serta gerombolan ikan yang melintas didasar laut berbari beraturan, serta hewan laut lainya yang indah. Bagi wisatawan yang baru belajar diving disini tempatnya, karena lokasinya sangat aman bagi Anda yang baru hendak belajar.

Jika Anda belum bisa menyelam, ketika berada disini Anda tidak perlu hawatir, Anda dapat menikmati pemandangan di atas permukalan laut yang tak kalah indahnya, dan jika beruntung anda dapat menyaksikan kawanan lumba-lumba yang melintasi perairan Tomia. Salah satu tempat terbaik untuk menikmati pemandangan dari kawanan lumba-lumba ini adalah di Pelabuhan Mola Raya di Pulau Tomia dengan menggunakan perahu sewaan yang disediakan masyarakat.
  • 2. Pantai Pulau Hoga
Ketenangan Pulau Hoga. Sumber : www.indonesiakaya.com
Pulau Hoga yang satu ini menyajikan ketenangan dan pasir putihnya yang lembut serta lautnya yang jernih. Ketika berada disini, Anda akan betah berlama-lama untuk menghabiskan waktu, apa lagi pulau ini cenderung lebih tenang dibanding pulau-pulau utama lainya di Wakatobi. Lokasinya pun cenderung dekat dengan Pulau Kaledupa hanya dipisahkan selit kecil.

Sebaiknya ketika berada  Anda perlu mencoba untuk bermalam di Hoga Dive Resort, dijamin Anda akan disugukan pemandangan malam dari bintang gemitang yang indah, serah pulau ini milik sendiri dijamin, Anda akan susah untuk melupakan kenangan saat berada di paulau ini.
  • 3. Puncak Khayangan di Pulau Tomia
Puncak Khayangan Pulau Tomia. Sumber : Pedomanwiata.com

Selain pantai, saat berada di Wakatobi Anda juga dapat menikmati panorama alam dari ketinggian, seperti destinasi wisata Puncak Khayangan di Pulau Tomia. Puncak Khayangan menyajikan pemangan berbukitan berupada hamparan padang ilalang. Tempat ini juga menjadi lokasi favorit para fogografer untuk menyaksikan sunset di Wakatobi. Lokasinya pun jauh dari polusi cayaha sehingga camping di bukit kayangan merupakan pilihan yang tepat untuk menikmati sajian bintang gemintang dan di pagi hari Anda akan disambut sang fajar dengan cahaya kekuningan dan memukauh.
  • 4. Gua Kontamale
Telaga Jodoh. Sumber : @wakatobi.ku
Dari Pulau Tomia, kita bergeser ke Pulau Wangi-Wangi. Disini, ada sebuah gua yang katanya jika mandi di kolam air gua ini akan mepermudah untuk mendapatkan jodoh. Namanya Gua Kontamale sering disebut juga gua telaga karena airnya yang berada di bibir gua menyerupai sebuah telaga.

Selain Gua Kontamale di Watobi juga memiliki beberapa Gua yang terseber di Pulau Tomia, Wangi-wangi dan Kaledupa, tercatat ada 12 gua, hanya yang paling populer adalah Gua Kontamale. Gua Kontamale juga banyak dimanfaatkan penduduk setempat sebagai sumber mata air untuk mandi mencuci, tapi jangan salah air di Gua Kontamale ini tidak pernah keruh dan seluh jernih.
  •  5. Pantai Pulau Anano
Pulau Anano. Sumber : @amalherman
Dari pegunungan, kita kembali ke pantai, di Wakatobi ada satu pulau yang dikenal dengan julukan pulau seribu penyu. Ya, pulau ini menjadi lokasi penyu hijau dan penyu sisik bertelur. Pantai Pulau Anano juga menyajikan pemandangan berupasi putih dan lautnya yang jernih yang akan membuat anda betah berlama-lama di pantai ini. Saat sore hari anda juga akan disugukan pemangan alam berupa sunset yang menawan dari matahari yang beranjak pulang di peraduannya.

  • 6. Pantai  Cemara
Pantai Cemara.  Foto : Yuni Kharisman
Pantai yang satu ini suda tergolong modern di Wakatobi karena telah menyediakan berbagai fasilitas wahana permainan seperti banana boat dan fasilitas penunjang lainya yang akan menamba keseruan berlibur Anda. Disini, wisatawan juga bisa dengan mudah untuk mendapatkan makanan untuk mengisi perut yang labar. Di pantai yang terletek yang tak jauh dari pusat Ibu Kota Wakatobi ini juga tersedia jasa untuk Anda yang ingin belajar diving.
  •  7. Danau Sombano, Danau di Tengah Hutan Mangrove
Danau Sombano. Foto : Bramsakti
Danau yang satu ini terletak di tengah hutan mangrove Pulau Kaledupa. Di danau Sombano wisatawan bisa menikmati penampakan udang merah di atas permukaan air danau yang jernih.  Yang tak kalah menariknya lagi, di danau ini Anda bisa menikmati berbagai jenis tanaman yang indah seperti anggrek dan berbagai spesies tanaman lainya yang bisa anda jumpai disini.
  • 8. Permandian Alam Hendaopa
Permandian Alam Hendaopa. Sumber : @wakatobiframe
Permandian Alam Hendaopa adalah permandian alam berupa gua dengan kolam air tawar yang terletak di Desa Wawotimo, Pulau Tomia. Permandian tergolong unik berupa gua yang menjolor ke dalam tanah, sayangnya destinasi wisata yang satu ini belum banyak diketuhui wisatawan sehingga akses jalan menuju lokasi ini masi terbatas. Tempat ini jika dilihat sepintas dari atas terlihat seperti biasa-biasa saja namun setelah kedalam gua ini mimiliki air yang jernih kebiruan dan sangat sejuk.

Wisata Kuliner, Makanan Khas Wakatobi

Wasabuana Resto & Caffe. Sumber : @garudaindonesia.wakatobi
Jika berada di Wakatobi dan mencari makanan masakan masyarakat wakatobi, maka Anda tidak akan kesulatan untuk mendapatkannya. Itu akan Anda dapatkan dengan mudah dari warung-warung makan yang di sediakan masyarakat. Diantaranya yang wajib Anda coba adalah Kasuami, Parende, dan Laluta yang rasanya akan menggoyahkan lidah anda.

Selain makanan tradisional khas masakan masyarakat Wakatobi, jika Anda mencari tempat untuk makan dengan suasana pemandangan yang indah, maka jawabanya adalah Wasabuana Resto & Coffe. Karena letaknya yang berada di pulau batu karang kecil yang unik, anda akan menikmati pemandangan laut yang indah dengan menu makanan berupa masakan seafood ala Asia yang gurih.

Keramahan Masyarakat Wakatobi

Kecerian Anak-Anak Bajo Sampela. Foto : Rustam Awat
Penduduk lokal masyarakat Wakatobi terkenal dengan keramahannya, selain dapat menikmati keindahan alamnya, setiap wisatawan dapat berinteraksi dan bercakap dengan penduduk lokal. Misalnya saja di bagian pesisir pantai Kaledupa, beberaapa daerah pesisir di wakatobi pada dasarnya diami oleh suku bajo. Salah satunya Anda bisa jumpai di perkampungan Bajo Sampela. Sebagaimana suku bajo kebanyakan mereka menetap berada di wilayah pesiri dan bermukim di atas laut.

Tenun masyarakat Wakatobi. Foto : Rustam Awat
Masuk ke bagian daratan di Pulau Wangi-wangi, anda akan menjumpai desa tertua di Wakatobi. Di desa ini wisatawan akan menjumpai aktivitas penduduk yang memproduksi kain tenun khas Wakatobi yang bisa menjadi oleh-oleh yang akan anda bawa pulang. Uniknya lagi di Pulau ini ada satu desa yang terletak di tengah hutan mangrove yakni Desa Lambo Linggae.

Sebagaimana Wakatobi yang dikenal sebagai "Pulau Tukang Besi", aktivitas masyarakat pandai besi anda akan jumpai di pula-pulau di Wakatobi. Salah satunya akan anda jumpai di Pulau Binongko. Pulau ini dikenal dengan pandai besinya yang mampu menciptakan berbagai macam besi dan baja dengan kualitas tinggi. Bahkan, katanya hasil produksi besi dan baja dari  masyarakat di Pulau Binongko ini merupakan hasil yang terbaik di Indonesia. Karena keramahan masyarakatnya produktivitas itu bisa anda saksikan sendiri saat berada disana.

Kekayaan Budaya Khas Wakatobi

Tradisi Kansoda'a di Festival Barata Kaledupa. Foto : Rustam Awat
Kekayaan budaya khas Wakatobi mulai dari tarian-tarian tradisionalnya, alat musik, permainan rakyat, dan pakayan tradisionalnya. Kekayaan budaya Wakotobi ini kita saksikan pada beragam festival yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Wakatobi yang digelar setiap tahunya.

Meningkatnya minat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung di Wakatobi membuat pemerintah aktif mempromosikan wisata budaya wakatobi dengan menggelar berbagai festival yang menampilkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat wakatobi. Salah satunya yang paling populer adalah Wakatobi Wave Festival yang digelar selama satu minggu di setiap bulan November.

Festival lainnya yang tak kalah menariknya yakni Sail Indonesia. Event ini merupakan even internasional yang digelar untuk mempromisikan wisata di Indonesia dimana wisatawan melakukan pelaran di pulau-pulau di Indonesia, dimana salah satu tempat yang di kunjungi adalah Wakatobi. Parawisatan di festival Sail Indonesia ini akan disuguhkan keindahan alam wakatobi juga akan disugukan berbagai upacara adat masyarakat wakatobi.

Ritual Heneuka Nu Wowine di Festival Barata Kaledupa. Foto : Rustam Awat
Selain dua festival di atas, ada juga Festival Barata Kaledupa yang dilaksanakan setiap bulan September. Acara inti dari Fetisal Barata Kaledupa ini adalah Karia dalam bahasa setempat yang berarti keramaian. Salah satu ritual yang dapat disaksikan pada pada festival ini yakni tradisi Porimbi-rimbia atau ritual perjodohan untuk anak laki-laki dan perempuan. Dimana dalam ritual ini, orang tua dari laki-laki akan mengunjungi orang tua dari parempuan dengan membawa persembahan berupa makanan, tanaman pangan dan uang yang ditujukan sebagai bentuk awal pengajuan permohonan meminang.

Selain itu, dalam fetival Barata Kaledupa Anda juga bisa menyaksikan tradisi Kansoda'a, dimana prosesi ini dilakukan untuk perempuan wakatobi yang suda berjank dewasa. Mereka akan didandani dengan pakayan adat dengan berbagai aksesoris. Selama berlangsung, dua sampai empat orang perempuan akan ditandu dan arak keliling oleh saudara laki-laki mereka sambil berteriak untuk menarik perhatian para penonton. Dan masi ada juga beberpa ritual lainnya yang bisa disaksikan pada festival ini.

Bagaimana tertarik untuk menikmati keindahan alam Wakatobi dan kekhasan budayanya? Meski daerah berbentuk kepulauan, seorang pelancong untuk ke wakatobi dapat menggunakan jalur udara dengan pesawat maskapai Wings Air. Dengan menempu jalur penerbangan di ibu kota Sulawesi Selatan Makassar atau dari Kendari dan akan mendarat di Bandar Udara Matahora di Pulau Wangi-Wangi, Kecamatan Wanci.   

Posting Komentar

0 Komentar