Unik, Ikan Terbang Mendarat di Pantai Gubahi Buton Tengah

Terlihat Wisatawan Tengah menikmati pemandangan Pantai Gubahi.

PANTAI Gubahi adalah salah satu pantai di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Tepatnya terletak di Desa Lasori Kecamatan Mawasangka Timur. Pantai yang menawarkan keindahan alam milik sang Pencinta berupa pantai berpasir putih dengan panjang 870 meter. Garis pantai yang cukup panjang.

Pasir putihnya yang halus bak mutiara menarik tiap pengunjungnya untuk berlama-lama menghabiskan waktu dengan bermain pasir. Airnya yang jernih serasa memanggil untuk menceburkan diri.


Penyebutan Pantai Gubahi sendiri, sebenarnya diambil dari bahasa setempat. Pantai Gubahi yang berarti Pantai yang ditumbuhi pohon cemara yang banyak. Sayang saat ini tinggal nama, deretan pohon cemara yang dulunya berjejer di sepanjang pantai ini tinggal menyisahkan nama. Tapi Anda tidak perlu hawatir, keindahan Pantai Gubaho tidak benar-benar luntur, sunset di pantai ini akan memanjakan mata setiap pengunjungnya. Sejauh mata memandang, Anda akan menyaksikan pemandangan matahari yang sedang beranjak pulang keperaduannya di garis horizon.

Jika Anda beruntung. Saat surut, pantai ini menampilkan fenomena alam yang nyentrik dengan gugusan pasir putih yang timbul membentuk pulau kecil. Oleh seorang traveling asal Jerman yang terpukau dengan gumukan pasir di pantai ini, meyebutnya seperti berada di laut Karibia.

Pengunjung saat berswafoto di icon patung ikan terbang.

Selain keindahan alamnya, sejak 2017 lalu Pantai Gubahi terus dikembangkan oleh Pemerintah Desa setempat. Di seberang jalan pantai ini terdapat tebing yang cukup tinggi. Bagian tebing pantai itu, awalnya hanyalah pemandangan batu cadas yang ditumbuhi semak-semak. Tidak ada yang menarik di tebing itu.
Berkat dana desa, dari tahun ke tahun tebing di pantai ini, kini menjadi berbeda, awalnya tampil dengan cat warna-warni yang mencolok. Dipoles sedemikan rupa, berupa taman pasing blok lengkap dengan tiga buah gazebo. Saat ini, taman yang awalnya tak sebarapa luas, taman itu saat ini hadir lebih lengkap dengan berbagai fasilitas berupa kedai, gazebo untuk bersantai. Taman ini lebih luas sehingga sangat cocok dipakai sebagai ruang outdor, pementasan dan panggung seni. 

Di bagian tengah taman ini, ada sebuah patung yang unik, yang mungkin tidak akan Anda temukan di tempaat lain. Sebuah patung ikan terbang di ketinggian 2 meter seperti menatap laut lepas di hadapannya. Patung ikan terbang ini menjadi salah satu icon Desa Lasori, dimana masyarakat disana yang berprofesi sebagai nelayan mayoritas sebagai pemburu ikan yang hidup di laut lepas itu.

Patung ikan terbang menjadi icon kembanggaan Desa Lasori sebagaimana daerah-daerah lainnya kini menjadi salah satu spot untuk berswafoto bagi pengunjung. Terlihat belum rampung secara keseluruhan pembuatan taman ini, namun patung ikan terbang ini suda mampu menarik perhatian para pengunjung untuk berswafoto di bawah patung dengan tinggi 2 meter ini.

Pria Lajang saat berswafoto di Patung ikan terbang.

Ketika berkunjung di pantai ini, Anda tidak perlu hawatir kemalaman, sebagaimana taman kebanyakan di kota-kota besar, di pantai ini juga dilengkapi dengan pencahayaan lampu tenaga surya, cukup mentereng dengan berbagai fariasi, sehingga akan membuat Anda berhela-hela melewati malam disini.
BACA JUGA : Gerbang Islami di Buteng Spot Selfie yYang Instagrammabel
Untuk masuk di Pantai ini, saat ini belum ada tarif yang dikenakan bagi wisatawan. Tapi kabarnya setelah pekerjaan taman ini rampung seutuhnya, setiap wisatawan yang berkunjung di Pantai Gubahi akan dikenakan tarif retbusi sebagaimana tempat-tempat wisata pada umumnya.

Bagi anda yang dari luar daerah Buton Tengah, untuk mencapai lokasi wisata yang satu ini, anda punya dua pilihan alternatif. Pertama, jalur laut. Dari kota Baubau anda bisa langsung kejembatan batu, disana terdapar spit boat penyebrangan yang langsung ke desa Lasori.



Sunset di Pant

Perjalanan menggunakan spit boat penumpang ini memakan waktu selama 1 jam untuk mencapai lokasi ini. Untuk jalur penyebrangan ini dari Baubau star jam sepuluh siang dan akan kembali ke kota Baubau jam delapan pagi ke esokan harinya. Setiap harinya terus seperti itu, sehingga Anda tidak perlu hawatir untuk berlama-lama menghabiskan waktu disini.

Yang kedua, bagi anda yang suka touring, Dari kota Baubau anda bisa memilih jalur darat dengan jalur penyebrangan ferry Wamengkoli-Baubau. Untuk jalur ini, anda akan tiba di lokasi pantai gubahi kurang lebih satu jam stengah setelah menyusuri ibu kota kabupaten Buton Tengah dengan jarak 56 KM.

Kabarnya taman ini akan diresmikan di penghujung tahun 2019 dan akan diramaikan berbagai aktivitas dan aktraksi oleh masyarakat setempat. Show, jangan ketinggalan untuk mengambil bagian di kegiatan itu. Mai Te Lamena (Mari Ke Lamena)!


Posting Komentar

0 Komentar