Gerbang Islami di Buteng, Spot Selfie Yang Instagrammabel

Gerbang islami Buteng berdiri megah, spot selfi yang instagrammabel

BUTON TENGAH - Saat ini ketika berkunjung di Kabupaten Buton Tengah melawati jalur penyebrangan Baubau-Wamengkoli kita akan akan disigukan dengan pemandangan baru. Pertama kali menginjakan kaki di pelabuhan penyebrangan wamengkoli, dari kejauhkan kita akan mendapati dua buah kubah berwarnah kuning berdirih megah.

Itu gerbang yang bernuansi islami berdiri kokoh nan megah, siap menyambut setiap orang yang hendak berkunjung ataupun sekedar melintas di daerah berjuluk  "Negeri Seribu Gua" itu.

Gapura yang dibangun sejak 2018 lalu ini memiliiki tinggi sekitar 16 meter dan lebar dengan 20 meter, itu sengaja dibangun bernuansa islami sebagai identitaas masyarakat Buton Tengah yang dikenal sebagai daerah yang religius.

Di bagian atas sisi gerbang dan kanan gapura ini dibuat seperti kubah masjid dengan diameter 3 meter, sehingga dari jauh kita akan mengirah bahwa itu kubah masjid. Di bagian tengahnya dibuat seperti menyerupai rumah adat lengkap dengan logo Buton Tengah di bagian tengah bawah.
Baca Juga : Apa Yang Menarik Dari Wisata di Mawsangka Timur Buton Tengah
Sementara jalanya dibuat dua jalur dengan lebar masing-masing delapan meter dan di bagian tengah terdapat pos jaga. Sehingga ketika melewati gerbang ini, anda akan merasakan seperti memasuki jalan tol di kota-kota besar.

Gerbang yang dibangun di pertigaan Desa One Waara, Kecamatan Lakudo itu menjadi tanda, bahwa pengunjung telah  menginjakan kaki di tanah kabupaten Buton Tengah yang agamais.

Bukan suatu hal yang berlebihan, sejak lama memang daerah itu dikenal sebagai daerah tempatnya para ulama dan menjunjung tinggi nilai-nilai islami. Hal itu bisa kita lihat dari pembangunan masjid di setiap desa di daerah itu tergolong megah dan rata-rata pembangunan masjid itu dilakukan secara swadaya oleh masyarakatnya.

Oleh Pemda setempat, grand desain pembangunan gapura yang bernuansa islami ini juga memiliki filosofi tersendiri. Merupakan rangkayan tanggal, bulan, dan tahun di mekarkanya daerah tersebut sebagai daerah otonomi Baru.

Buteng sendiri mekar pada 24 Juli 2014 lalu. Sementara lebar gerbang itu 20 meter, lebar masing-masing jalur jalan 7 meter sehingga jika ditambahkan sama dengan 14, yang berarti bulan tujuh atau  Juli  2014.
Baca Juga : Fish Apartement di Desa Bungi Destinasi Wisata Bawah Laut Buton Tengah
Kabarnya, gerbang islami di "negeri seribu Gua" itu juga akan dilengkapi dengan taman dan air mancur di sekitarnya. Wah kereen. Ini akan menjadi salah satu spot foto yang instagrammabel.

Salah seorang mantan anggotaDPR RI yang sekarang menjabat sebagai Anggota DPD RI, Amirul Tamim ketika melihat pengerjaan gerbang islami ini di 2018 lalu mengaku takjub dengan pembangunan gerbang tersebut dan diyakininya dapat menjadi salah satu aikon yang dapat menarik banyak orang untuk berselfi.

"Saya lihat Bupati Buteng ini pandai sekali membaca dinamika manusia sekarang dan kedepannya. Bupati menyadari kalau setiap orang saat ini jalan memakai handphone android yang ada kameranya yang bisa foto dan selfie. Ketika orang masuk Buteng, pertama yang dilakukannya pasti akan berfoto dan selfie di pintu gerbang," tutur Amirul

Benar saja, gapura yang berdiri di bilangan Wamengkoli itu, saat ini tengah menjadi sasaran pengguna media sosial untuk mengabadikannya dan mengunggahnya di media sosial. 

Posting Komentar

0 Komentar