Apa Yang Menarik Dari Wisata di Mawasangka Timur Buton Tengah?

Pulau Sampakeha. Mawasangka Timur

Mawasangka Timur adalah salah satu kecamatan dari tujuh kecamatan di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, Indonesia. Kecamatan yang terletak di pesisir selatan Pulau Muna ini terdiri dari delapan desa.

Desa-desa di kecamatan Mawasangka Timur ini semua berada dipesisir dan dihimpit dua teluk besar yakni Teluk Liana Banggai dan Teluk Lasongko. Sehingga Kecamatan ini menyimpan kekayaan alam di pesisirnya yang melimpah juga menyimpan potensi pariwisata bahari dengan pantai berpapasir putih yang terbentang di sepanjang pesisirnya.


Di wilayah ini ada beberapa pantai yang memiliki landscape alam yang cukup indah dan menarik  yang bisa dijumpai dan dinikmati para travelling untuk bersantai saat wekeend.

1. Pantai Wantopi     
Pantai  Wantopi

Sesuai namanya, pantai ini terletak di Desa Wantopi. Pantainya menyerupai pulai kecil yang dikelilingi pasir putih yang menghampar ke tengah laut di sudut kecil Teluk Lasori. Di pantai ini suda dilengkapi beberapa fasilitas, seperti gazebo untuk tempat bersantai dan menyimpan bekal perjalanan, dan di bagian tengah pantai ini terdapat lapangan futsal yang bisa gunakan para sahabat traveling bersama keluarga atau teman-teman sahabat. Tentunya ini akan menamba keseruan berlibur sahabat traveling dengan bermain bola.
Di pantai ini, juga terdapat sumur dengan airnya yang tawar yang dapat gunakan para sahabat traveling untuk membasu diri usai mandi di air lautnya. Uniknya lagi, konon, sumur ini menyimpan khasiat. Bagi sahabat traveling yang masi jomblo sumur ini bisa menjadi alternatif untuk mengahiri masa lajang dengan menimunnya, jangan lupa sertai dengan niat. Karena dipercaya sumur ini memiliki hasiat tersebut, masyarakat setempat menyebutnya sumur jodoh. Mungkin itu hanya mitos, show, soal benar tidaknya, sahabat traveling bisa mencobanya, mungkin saja benar. hehe

2. Pantai Gubahi    
Pantai Gubahi

Selanjutnya Pantai Gubahi, pantai ini menjadi salah satu aikon pariwisata kebanggaan di Desa Lasori Kecamatan Mawasangka Timur. Pantai yang memiliki gugusan pasir putih yang terbentang di sepanjang 870 Meter ini siap memanjakan mata sahabat traveling dengan pamandangan laut lepas dan air lautnya yang jernih. 

Jika sahabat traveling beruntung. Saat surut, pantai ini menampilkan fenomena alam yang nyentrik dengan gugusan pasir putih yang timbul membentuk pulau kecil. Oleh seorang traveling asal Jerman yang terpukau dengan gumukan pasir di pantai itu menyebutnya seperti berada di laut Karibia.   
Taman di Pantai Gubahi

Penyebutan Pantai Gubahi sendiri, sebenarnya diambil dari bahasa setempat, Pantai Gubahi yang berarti Pantai yang ditumbuhi pohon cemarah yang banyak. Sayang saat ini tinggal nama, deretan pohon cemara yang dulunya berjejer di sepanjang panti ini tinggal menyisahkan satu dua pohon. Tapi sahabat Traveling tidak perlu hawatir, keindahan pantai gubahi tidak benar-benar luntur, sunset di pantai ini akan memanjakan mata setiap pengunjungnya. Sejauh mata memandang, sahabat traveling akan menyaksikan pemandangan matahari yang sedang beranjak pulang keperaduannya di garis horizon.


Selain keindahan alamnya, sejak 2017 lalu pantai ini terus dikembangkan oleh pemerintah desa setempat melalu dana desa. Sehingga soal fasilitas, para sahabat traveling tidak perlu ragu. Di bagian tebing sebelah kanan pantai ini terdapat taman, lengkap  dengan fasilitas berupa kedai, gazebo untuk bersantai sambil ngemil. Kamar ganti, plus aikon di tengah-tengah taman berupa patung ikan terbang sebagai salah satu jenis ikan yang menjadi buruan para nelayan kebanyakan di desa ini. 

3. Pantai Watotohu  
Pantai Watotohu

Salah satu pantai yang bisa dijumpai di kecamatan Mawasangka Timur adalah pantai Watotohu. Pantai yang satu ini terletak di Desa Inulu, jika sahabat traveling berkunjung di Pantai Wantopi untuk melanjutkan perjalan di Pantai Gubahi, sahabat akan menjumpai pantai Watotohu terlebih dahulu yang berada disebela kanan jalan sebelum memasuki pemukiman desa. 

Di Pantai ini masi tampil alamiah dengan gugusan pasir putih, air lautnya yang jernih dan pohon kelapa yang  berjejer di sepanjang pantai akan menyambut kedatangan para sahabat traveling. Fasilitas satu-satunya di pantai ini adalah rumah bernyanyi yang bisa dimainfaatkan untuk melepas penat setelah berpetualang di wilayah ini.

Selain itu, hal yang bisa sahabat nikmati ketika berkunjung di pantai ini adalah fajar di pagi hari. Pantai Watotohu bisa menjadi salah satu pilihan untuk menikmati mentari di saat pagi. 


4. Pantai Kauumele  
Pantai Kauumele

Tak jauh dari pantai Gubahi, di Desa Lasori juga terdapat pantai Kauumele, pantai yang memiliki anak sungai yang mata airnya terdapat persisis di bawa tebing. Di sekitar pantai Kakaumele ini terdapat hutang manggrove yang masi cukup terjaga kealamiannya. Tempat ini juga sangat cocok untuk direkomendasikan sebagai kawasan wisata edukasi, khususnya untuk para mahasiswa ataupun siswa di perikanan dan kelautan.

Pada bagian pantai, di kauumele ini terdapat tanjung yang menjulur ke laut menyerupai moncong buaya, sehingga oleh Pemerintah dan masyarakat setempat menyebut tanjung ini sebagai tanjung buaya. Kabarnya, Tanjung Buaya ini di tahun 2020 akan dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah sebagai destinasi pariwisata baru di daerah itu melalui anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. 

5. Pesisir Desa Bonemarambe
Jejak Petualang di Desa Bonemarambe. Sumber : Trans7

Bagi sahabat traveling yang hobi menyelam atau snorkling untuk menikmati keindahan bawah laut dengan deretan karang berwarna warni yang di penuhi berbagai biota laut. Desa Bonemarambe adalah bisa menjadi salah satu pilihan sobat traveling. Desa yang berada di Teluk Liana Banggai ini pernah menjadi salah satu lokasih yang pernah di kunjungi oleh Jejak Petualang. Sebuah acara salah satu televisi swasta di Indonesia bernama Trans7 yang mengeksplos petualangan di berbagai daerah di Indonesia.

Dipandu oleh hostnya yang cantik Finda Adrian, Jejak Petulang mengeksplos keindahan dan kekayaan bawah laut di Desa Bonemarambe bersama sejumlah masyarakat desa setempat melakukan aksi tangkap ikan dengan panah. Untuk menikmati keindahan karang di pesisir desa Bonemarambe, sahabat traveling tidak perlu jauh-jauh sampai ke tengah laut, cukup kedalaman satu stengah meter di pantai dekat pemukiman warga, sobat suda bisa menikmati suguhan karang dan ikan warna-warni.
Peisir Pantai Desa Bonemarambe

Kerennya lagi, untuk menjaga keindahan dan kelestarian pesisir di desa ini. Masyarakat  dan Pemerintah Desa Bonemarambe melalui peraturan adat menyapekati untuk tidak boleh melakukan aktivitas yang dapat merusak kelesatarian alam di desa ini seperti bom, penggunaan pukat harimau, dan pengambilan pasir di sepanjang pantai di Desa Bonemarambe. 

Untuk spot penyalaman bawa laut, di Mawasangka Timur juga terdapat Sish Apartemen (Rumah Ikan) di teluk Lasori Desa Bungi dan Pulau Sampalekah juga bisa menjadi salah satu pilihan untuk diving. 

6. Danau Terluas di Sulawesi Tenggara        
Danau Pasi Bungi

Selain pariwisata bahari, di Kecamatan Mawasangka Timur juga terdapat beberapa danau, salah satunya Danau Pasi Bungi, danau terluas di Provinsi Sulawesi Tenggara ini memiliki panjang 1 KM dengan diameter 800 meter.
Destinasi pariwisata yang satu ini juga terbilang unik, pasalnya sekalipun berada jauh dari laut, danau ini memiliki tiga rasa, di bagian permukaan airnya terasa hambar, di bagian tengah airnya payau dan semakin kedasar airnya semakin terasa asin.
Oe Maamba Desa Bungi

Danau yang berjarak kurang lebih 5 KM dari Desa Lasori ini juga memiliki legenda kisah cinta dua sejoli bersaudara kandung yang sampai saat ini oleh masyarakat Mawasangka Timur percaya sebagai sebab musabah lahirnya danau terluas di Sultra ini.

Selain danau Pasi Bungi, masi ada beberapa danau yang menyerupai anakan laut di wilayah ini seperti Oe Mamba di Desa Bungi, dan danau Wapiro-piro di Desa Lagili yang menyimpan banyak keunikan. 

7.  Goa      
Goa Oe Mowahe

Seperti di 6 kecamatan lainya di Kabupaten Buton Tengah, Mawasangka Timur juga memiliki beberapa goa yang unik yang tersebar hampir di delapan desa di wilayah ini. Pertama Goa Laumehe, Goa ini terletak di Desa Wantopi tak jauh dari pemukiman wargah. Di dalam Goa ini seperti memiliki batu kristal yang menyala-nyala yang menjadi keunikan tersendiri ketika berada dalam Goa yang satu ini.

Dalam goa ini juga memiliki mata air cukup dangkal dan jernih, untuk menjangkau mata ini, sobat traveling perlu melewati medan yang cukup menantang dalam goa itu. Tentunya ini menjadi daya tarik sendiri bagi sobat traveling yang suka dengan tantangan.

Ada juga Goa Oe Mowahe, Goa ini berada di Desa Lagili. Untuk menjangkau tempat ini sobat traveling perlu berjalan kaki melawati semak belukar. Akses masuk dalam goa ini medannya cukup curam menurun kebawa. Tapi soal pesona, ketika berada dalam goa ini kita seperti berada dalam sebuah guci, memiliki lubang kecil tetapi di dalamnya cukup luas, lengkap dengan mata airnya yang jernih.  

Selain dua Goa ini, di Mawasangka Timur masi banyak goa yang bisa dikunjungi dan mungkin para sahabat traveling akan menyukainya. Show, tunggu apa lagi? akan lebih keren lagi jika para sobat traveling mengeksplonya sendiri dan merasakan sensasi alam di kecamatan Mawasangka Timur.

Berikut Peta Destinasi Wisata Mawasangka Timur


Posting Komentar

0 Komentar