Ada Yang Baru di Pantai Wantopi Buton Tengah

Pantai Wantopi, Buton  Tengah

MENYOAL wisata di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Sultra) seperti tidak ada habisnya. Daerah berjuluk "Negeri Seribu Gua" (Sehewu Liya) ini seperti surga kecil yang menyimpan sejuta destinasi wisata yang nyentrik dan unik-unik.

Sebut saja Pantai Wantopi. Tak  seperti pantai-pantai lainya yang lurus membentang, Pantai yang terletak di Desa Wantopi, Kecamatan Mawasangka Timur ini seperti melingkar membentuk gugusan pulau kecil yang dikelilingi pasir putih yang jauh menjolor di tengah laut di satu sudut kecil Teluk Lasori, namun tidak terpisah sama sekali  dari daratan desa setempat. Sehingga kendaraan pun bisa dibawa masuk ke dalam pantai.

Pantai yang dikelilingi air laut yang biru dan jernih ini menjadi salah satu tempat favorit pengunjung untuk berakhir pekan, baik masyarakat lokal maupun luar daerah.  Pantai Wantopi menyimpan pesona bahari yang mentereng, bila dilihat dari udara dengan titik terjauh, kita seperti berada di atas kapal pesiar yang sedang mengarungi lautan luas.

Pantai Wantopi sendiri merupakan salah satu destinasi yang suda sejak lama viral di media sosial, sehingga bagi wisatawan kebanyakan, Pantai Wantopi bukan lagi menjadai tempat yang asing di mata para traveler, khususnya masyarakat Sultra sendiri.

Selain tempatnya yang tampil cantik menyerupai pulau kecil dengan gugusan pasir putihnya, Pantai Wantopi menyimpan banyak cerita dan fakta unik yang mungkin belum diketahui para traveling.

Salah satu fakta yang tersirat dari keindahan pantai ini adalah merupakan bekas pemukiman masyarakat dari dua desa di Kecamatan Mawasangka Timur, yakni Desa Bungi dan Desa Wantopi sendiri. Hal ini dibuktikan, di pantai ini terdapat bangunan masjid yang masi berdirih di tengah-tengah pantai, sekalipun kondisinya suda tak terawat dan reot.

BACA JUGA : Unik Ikan Terbang Mendarat di Pantai Gubahi Buton Tengah
Sejarah kelam yang tersirat dibalik keindahan Pantai Wantopi ini terjadi pada tahun 1992. Pantai Wantopi menjadi salah satu saksi ganasnya gempa berkekuatan 7,8 skala rickter yang melanda Flores kala itu. Gempa bumi di lepas pantai Flores yang menyebabkan tsunami setinggi 36 meter itu juga menyapu gugusan darat Pantai Wantopi yang saat itu dikenal sebagai Desa Bungi.

Dari kejadian yang membunuh sedikitnya 2.100 jiwa di Pulau Flores itu, oleh pemerintah daerah Kabupaten Buton kala itu mengalihkan pemukiman warga di Pantai Wantopi untuk menetap di daratan yang hingga saat ini didiami oleh masyarakat di Desa Wantopi dan Desa Bungi, bahkan tak sedikit akibat bencana alam itu, membuat masyarakat di desa itu keluar dan menetap di daerah lain yang masi satu wilayah Buton Tengah dan daerah sekitar seperti kota Baubau.

Jembatan Penyebrangan Pantai Wantopi

Cerita lain dan tak kalah menariknya adalah sumur air yang terletak di tengah pantai ini. Meskipun dekat dengan air laut, sumur dengan kedalaman hampir 2 meter ini terasa cukup tawar.

Oleh masyarakat setempat, sumur ini dikenal dengan nama sumur jodoh. Mereka meyakini. Siapun yang meneguk air segar di sumur ini, dalam waktu yang tidak terlalu lama akan segera mengakhiri masa lajangnya. Sehingga bagi Anda masi lajang dan merindukan pasangan hidup. Anda bisa mencoba khasiat meminum air di Pantai Wantopi ini.

"Iya, dari dulu katanya kalau minum air sumur ini bisa segera dapat jodoh," tutur salah seorang nelayan yang tengah merapikan perahunya di Pantai ini.

Diatas pantai ini, hanya ada dua buah gazebo yang dibuat Pemerintah melalui Dinas Pariwisata Buton saat Buteng masi dalam wilayah administrasi Kabupaten Buton, dan satu bangunan MCK yang dibangun Pemerintah Desa Wantopi melalui Dana Desa.

Ada juga beberapa tempat dari bambu yang diberi atap yang dibangun masyarakat setempat untuk beristrahat, mengikat rumput laut dan tambatan perahu bagi nelayan ketika tak turun melaut.

Di tengah-tengah hamparan pasir Pantai Wantopi, tepat disamping bekas bangunan Masjid, terdapat lapangan futsal, sehingga ketika liburan bersama keluarga akan menamba keseruan bagi wisatawan dengan bermain bola.

Jembatan Penyebranagn Pantai Wantopi


Seperti yang tampak pada Minggu (22/12/19) kemarin, di pantai ini, para pengunjung datang berkelompok menggunakan mobil dan motor saling bergantian memenuhi pantai. Tak banyak yang berubah dari pantai ini. Deretan pohon kelapa, dua buah gazebo, satu bangunan MCK, gubuk-gubuk nelayan dan perahu para nelayan tampak berlabuh, dan sebagian lagi mendarat di atas pantai,  mungkin sedang jalani perawatan.

Meski begitu, terlihat ada yang baru di pantai ini. Di salah satu sudut, terlihat jembatan penyebrangan pejalan kaki dari darat ke pantai yang sebelumnya hanya berupa jembatan titian dari papan dan balok kayu yang suda terlihat rapuh. Saat ini, jembatan itu tampak jauh berbeda, terlihat lebih mencolok dan kokoh.

Usut punya usut, ternyata Pemerintah Desa Wantopi memanfaatkan dana desa (DD) tahun 2019 ini salah satunya untuk pengembangan Pantai Wantopi dengan anggaran sebesar Rp. 610.458.300. Alhasil, pantai itu saat ini tampil lebih rameh dengan jembatan titian cor beton yang tampil warna warni, hijau, kuning dan merah yang dibuat dua jalut. Sehingga sangat menarik untuk berswafoto disini. 
Jembatan Penyebrangan Pantai Wantopi

Di atas  jembatan penyebrangan tepat menjadi pertemuan dua  jalur sengaja dibuat seperti gazebo sehingga saat ini di jembatan Pantai Wantopi bisa menjadi tempat istrahat sejenak untuk memulihkan lelah setelah melakukan perjalanan  jauh, sekaligus tempat ini menjadi tempat untuk berswafoto yang indah dan menyenangkan. Penasaran? Tunggu apa lagi  sobat travelling, mumpung masi suasana libur.

BACA JUGA : Apa Yang Menarik Dari Wisata di Mawsangka Timur Buton Tengah

Posting Komentar

0 Komentar